WA SIJI

Rabu, 19 Oktober 2016

Mari kita amalkan 10 tips mendo'akan agar memiliki anak2 yang shaleh

 Permisi numpang share. Articlenya bagus banget. Semoga kita bisa mengamalkannya. Amiin

--------

Utk Orang Tua, KHUSUS nya Para Ibu2 tersayang...
Salam dari Prof Muhaya

Mari kita amalkan 10 tips mendo'akan agar memiliki anak2 yang shaleh ......
Sama2 kita amalkan....

1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat "iyyakanakbudu waiyyakanastain" - ("Hanya kepada Mu kami sembah dan hanya padaMU kami memohon pertolongan.."), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubung kait dengan anak yang Kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kefahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya semasa dia tidur ucapkan bahwa ...."ibu mau (nama anak) jadi anak yang shaleh sayang!".
Coba amalkan (seperti kata ustadz kata2 ini bermakna kita bercakap dengan rohnya)
dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya Kita shalat dalam kamar dia Dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya Dan Kita juga selalu beritahu dia bahwa Kita sering doakan dia, dia akan merasakan  satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang Kita amat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yg shaleh. Dia akan tahu Kita selalu shalat hajat untuk nya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika Dia tak jadi anak soleh bermakna dia tak sayangkan kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.

5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana Kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak Kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukakan hati Kita.Muhasabbah diri mungkin kesilapan yang anak lakukan itu adalah kerana dosa-dosa kita dimasa lampau.

7. Yang paling penting jaga tutur kata Kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang boleh melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita TER.. kata, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk Kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan Kita, Kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci. Ceritalah buat macam dramapun boleh .

8. Amalkan membaca ayat 40 surah Ibrahim supaya Kita, anak kita dan  zuriat keturunan Kita termasuk dalam golongan orang2 yang tetap mendirikan Shalat.
[Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang mendirikan shalat  dan demikian juga zuriat keturunanku.
Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku.]

9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun ... jika tidak mempunyai pribadi yang mulia.
Allah tak pandang wajah yang cantik tapi pandang hati yang cantik.

10. Saat cuci beras niatkan...  "Ya.. Allah lembutkanlah hati anak-anak ku sebut nama dia.....untuk faham agamanya ..... [kenapa Kita mau dia faham agama, karena anak yang tak faham agama akan bawa ibubapanya juga ke neraka] .... seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi ".
Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri sperti org tawaf ) sambil selawat kepada Nabi Muhamad S.A.W.
Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu.

Prof. Dr. Muhaya
[16:17, 8/1/2016] +62 813-2513-4341: trim paqk Zen👍
[11:20, 8/14/2016] smk zainu: Ciri-Ciri Orang Jujur dan Pengkhianat

Imam Husein as berkata:

“Manusia yang jujur hidup dengan tenang dan tanpa ketakutan, sementara manusia yang berkhianat senantiasa merasa takut.” (Majma’ az-Zawaid, jilid 9, hal 186)

Manusia pengkhianat dalam perbuatannya tidak pernah menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuannya. Hal itu dikarenakan seorang pengkhianat tidak pernah mempercayai orang lain. Bahkan lebih dari itu, ia sendiri takut akan dirinya. Sesuai dengan peribahasa “Seorang pengkhianat adalah penakut”. Orang yang seperti ini senantiasa khawatir pengkhianatannya terbongkar.

Sebaliknya, manusia yang jujur senantiasa berusaha mencari keridhaan Allah dan berjalan di jalan kebenaran. Orang seperti ini selalu merasa tenang dan percaya diri. Karena ia telah melakuan kewajibannya di hadapan Allah. Ia merasa gembira ketika orang lain mengetahui perbuatannya atau saat rahasia perbuatan baiknya diketahui orang lain. Tidak ada rasa takut dan khawatir, karena bila diketahui orang lain maka itu dianggapnya sebagai upaya mendorong orang lain juga melakukan kebaikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WA LORO

Entri Populer

WA LIMO