WA SIJI

Kamis, 18 Agustus 2016

Cerita Teladan dari Syahadah Sayyidah Khadijah al-Qubro as

Syahadah Sayyidah Khadijah al-Qubro as

10 Ramadhan yang dikenang oleh Sejarah adalah sebagai hari duka Ahlul Bait as, karena pada hari tsb wafatnya Ibu Kaum Mukminin, Istri Tercinta Rasulullah saw, Sayyidah Khadijah Al Kubro as. Manusia Penyandang Dana Kenabian yang telah disiapkan oleh Allah SWT untuk membantu Nabi saw. Wanita pertama yang beriman kepada Rasul saw, dan merupakan Pemimpin wanita di zamannya, tak heran dia mendapat Gelar Princess of Makkah atau Princess of Quraisy karena Kecerdasan, Kecantikan, dan Kemapanannya.

Dan Beliau mendapat gelar Ath-Thahirah (yang disucikan) padahal masyarakat saat itu tidak memuliakan wanita justru malah merendahkan serta membunuh anak-anak wanita. Sejarah memang tidak banyak menceritakan tentang sosok wanita yang satu ini, pena-pena sejarah hanya mencatat sebelum dan awal-awal kenabian, tetapi pada masa-masa transisi inilah Rasul merasakan sepak terjang sang Istri yang luar biasa saat terkuak tabir Kehidupan yang terang dan jalan yang terbentang luas lagi lurus. Dan dari rahimnyalah lahir Manusia-Manusia Besar sepanjang sejarah peradaban.

Rasulullah saw bersabda, “Islam berdiri karena 3 hal; ‘Harta Khadijah as, Penjagaan Abuthalib as, dan Pedang Ali as’”

Allah mengucapkan Shalawat dan Salam kepadanya dan menyampaikan kabar gembira bahwa Istananya telah dibangun tanpa Beliau minta, Manusia Mulia Pilihan Allah yang telah melahirkan Manusia Agung Pemipin Wanita Semesta Alam, Sayyidah Fatimah Az-Zahra as. Sayyidah Khadijah as yang menghabiskan semua hartanya untuk Islam, dan di abadikan oleh Allah di surah Adh-Dhuha ayat 8.

وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ ﴿الضحى:٨﴾
"Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan."

Wanita berbudi pekerti luhur yang wajib dijadikan suri tauladan agung untuk seluruh manusia, dimana beliau menganggap semua hartanya Murah untuk tegaknya agama Allah SWT. Manusia yang merawat Amirul Mukminin Ali sejak bayi, Nenek Al Hasan dan Al Husein, andaikan beliau masih hidup pada peristiwa Kisa', maka beliaulah yang pertama kali masuk.

Di detik-detik akhir kehidupannya beliau berkata kepada Nabi. "Wahai Rasul, aku minta maaf atas segala kesalahan yang pernah aku perbuat, mungkin aku pernah tidak menuruti kemauanmu, belum memberikan yang Terbaik kepadamu" Nabi saw, "Tidak wahai Khadijah, engkau memberikan apa yang aku minta, engkau orang yang pertama kali menyahut seruan Tuhan dan berlomba-lomba untuk meraih keridhaan-Nya". Khadijah as berkata,"wahai Rasul, aku ada permintaan kepadamu tapi akan aku sampaikan kepada Fatimah". "Wahai Putriku Fatimah hanya engkau, ayahmu dan Ali yang aku cintai, sampaikan wasiat dariku bahwa kenakan di Jenazahku jubah yang beliau gunakan saat shalat". Ketika Nabi saw ingin meletakkan jubahnya di Jenazah Khadijah as, Jibril turun dari langit dengan membawa 5 set kain kafan.

Rasul saw bertanya: "Untuk siapa kafan ini ya jibril?"
Jibril as menjawab: "Kafan ini untuk Khadijah, engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, untuk Ali dan yang ke 5 untuk Hasan..."
Di saat Fatimah Az-Zahra as hendak meninggal dunia melanjutkan wasiat tersebut kepada putrinya sayyidah Zainab as dengan mengatakan :
“wahai putriku simpanlah baik-baik dua kafan ini, yang satu milik ayahmu, yang satu lagi milik kakakmu Al-Hasan”.
Kemudian sayidah Zainab sambil menagis tersedu-sedu bertanya kepada ibunya :
“ Ummah,…mana kafan untuk Al-Husein” ???.

Salam sejahtera kepada Khadijah saat Beliau Lahir, Salam sejahtera kepadanya disaat beliau mengorbankan segalanya untuk Islam, Salam sejahtera kepada Khadijah disaat dia wafat dalam keadaan sedih dan terzalimi, dan Salam sejahtera kepada Khadijah saat dia dibangkitkan nanti untuk memberikan syafa'at kepada Pengikut dan Pecintanya. Ya Wajiihatan Indallah, Isyfa'ilana Indallah...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WA LORO

Entri Populer

WA LIMO